LAPMI Progresif, Makassar – Rangkaian agenda peresmian pusat literasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Makassar diawali dengan penpenyelenggaraan salat Jumat berjemaah di Masjid Wisma HMI Cabang Makassar, Jalan Botolempangan, Jumat (9/10/2026).
Usai salat Jumat, Pengurus HMI Cabang Makassar bersama Lembaga Pers Mahasiswa Islam (LAPMI) dan Badan Pengelola Latihan (BPL) resmi meluncurkan Botolempangan Literasi Hub, Perpustakaan BPL HMI Mustamin Dg. Matutu, serta situs web resmi.
Agenda tersebut dihadiri jajaran fungsionaris organisasi, di antaranya Ketua Umum HMI Cabang Makassar, Ketua Bidang KPP, Direktur BPL, Direktur LAPMI, serta perwakilan keluarga besar almarhum Mustamin Dg. Matutu.
Ketua Umum HMI Cabang Makassar Sarah Agussalim, menegaskan bahwa Botolempangan Literasi Hub dirancang sebagai ruang kerja bersama (working space) sekaligus pusat laboratorium pemikiran bagi seluruh kader.
“Tujuan platform ini adalah menjadi working space bagi seluruh elemen di HMI Cabang Makassar. Dari sinilah kita menciptakan laboratorium intelektual, gagasan, dan gerakan,” kata Sarah dalam sambutannya.
Sarah menambahkan, pengintegrasian perpustakaan fisik dan portal berita digital pada peluncuran awal ini merupakan langkah adaptif organisasi dalam merespons arus modernisasi tanpa mereduksi prinsip dasar perjuangan.
“Harapannya, kader tidak hanya bergerak di ranah konvensional, tetapi juga dapat mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan khittah perjuangan yang selalu kita junjung di Himpunan Mahasiswa Islam,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur BPL HMI Cabang Makassar, Muhammad Baqhir Aqim, menilai keberadaan perpustakaan di area sekretariat cabang menjadi instrumen penting untuk memantik tradisi baca pemuda.
“Harapan dari perpustakaan ini adalah lahirnya kesadaran kolektif kader untuk memperkuat pemahaman ideologis tentang Nilai-Nilai Dasar Perjuangan (NDP),” terang Baqhir.
Ia juga menjelaskan sejarah penamaan fasilitas tersebut. Penamaan “Mustamin Dg. Matutu” disematkan sebagai bentuk penghormatan atas rekam jejak almarhum dalam memperkenalkan HMI di Kota Makassar, sekaligus diiringi harapan agar fasilitas tersebut menjadi amal jariyah.
Sementara itu, Direktur LAPMI Cabang Makassar, Ryan Hidayat, menggarisbawahi peran strategis media penerbitan mahasiswa sebagai kanal artikulasi gagasan kritis anggota.
“Media LAPMI adalah sarana agar wacana kritis kader HMI Cabang Makassar dapat dituangkan dalam bentuk tulisan. Dengan demikian, gagasan yang ada tidak berhenti di ruang diskusi, melainkan terpublikasi secara luas,” pungkas Ryan.


Komentar